Dalam dunia media sosial yang terus berubah, istilah-istilah baru sering kali muncul dan menjadi tren dalam sekejap. Salah satu istilah yang sempat menggemparkan internet dan bahkan dinobatkan sebagai kata tahun ini oleh Oxford English Dictionary adalah "Goblin Mode". Bagi banyak orang, istilah ini terdengar aneh dan mungkin sedikit menjijikkan, namun sebenarnya menyimpan makna yang cukup mendalam terkait perilaku manusia di era modern.
Secara harfiah, Goblin Mode merujuk pada perilaku yang tidak menyesal, memanjakan diri sendiri, bermalas-malasan, atau menolak norma sosial yang berlaku. Seseorang yang sedang dalam kondisi "Goblin Mode" biasanya akan mengabaikan ekspektasi masyarakat tentang cara berpakaian yang rapi, menjaga kebersihan, atau bersikap produktif sesuai standar umum.
Bayangkan situasi di mana Anda menghabiskan akhir pekan dengan mengenakan piyama yang sama selama dua hari, tidak menyisir rambut, memesan makanan cepat saji secara terus-menerus, dan maraton menonton serial televisi tanpa henti. Itulah esensi dari Goblin Mode.
Fenomena ini meledak pasca pandemi COVID-19. Selama masa karantina, banyak orang terbiasa hidup tanpa harus keluar rumah, tidak perlu bertemu orang lain, dan melonggarkan rutinitas perawatan diri. Ketika dunia mulai "kembali normal", banyak individu merasa lelah dengan tekanan untuk selalu terlihat sempurna, ambisius, dan produktif di media sosial.
Goblin Mode muncul sebagai bentuk perlawanan atau mekanisme pertahanan diri. Ini adalah cara bagi orang-orang untuk mengatakan, "Saya lelah berpura-pura menjadi sempurna. Hari ini, saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri, bahkan jika itu terlihat berantakan."
Seperti halnya tren gaya hidup lainnya, Goblin Mode memiliki dua sisi:
Arti dari Goblin Mode bukanlah tentang menjadi "buruk" atau "malas" selamanya, melainkan tentang menerima sisi manusiawi kita yang tidak selalu ingin tampil cantik, produktif, atau sesuai dengan standar orang lain. Istilah ini adalah pengingat bahwa di balik layar media sosial yang penuh dengan kehidupan yang dikurasi dengan cermat, setiap orang sesungguhnya memiliki sisi yang ingin beristirahat dari semua itu.
Selama dilakukan dalam batas yang wajar dan tidak merugikan diri sendiri, Goblin Mode bisa dilihat sebagai sebuah "katup pengaman" untuk menjaga kewarasan di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat.