Di dunia media sosial, istilah "glow up" sudah sangat akrab di telinga kita. Istilah ini merujuk pada transformasi positif seseorang, baik dari segi penampilan, kepercayaan diri, maupun kualitas hidup. Namun, belakangan ini, warganet di TikTok mulai sering menggunakan kebalikannya, yaitu istilah "glow down".
Secara bahasa, glow down adalah kebalikan dari glow up. Jika glow up berarti menjadi lebih baik dan lebih bersinar, maka glow down menggambarkan kondisi atau proses di mana seseorang mengalami penurunan kualitas diri, penampilan, atau semangat hidup dibandingkan dengan masa lalunya.
Di TikTok, tren ini biasanya ditampilkan melalui video komparasi. Pengguna akan menampilkan foto atau video mereka di masa lalu saat mereka merasa sedang berada di puncak penampilan atau kebahagiaan kemudian membandingkannya dengan kondisi mereka saat ini yang dianggap kurang terurus, terlihat lebih lelah, atau tidak lagi memancarkan energi positif seperti dulu.
Ada beberapa alasan mengapa konten bertema "glow down" sangat populer dan sering masuk ke halaman rekomendasi (FYP) pengguna TikTok:
Meskipun sering disajikan dengan nada humor, tren ini juga mencerminkan realitas mental banyak orang. Seringkali, "glow down" yang sebenarnya bukan sekadar tentang penampilan fisik, melainkan sinyal dari rasa lelah mental atau burnout. Kurangnya waktu untuk tidur, pola makan yang tidak teratur, dan stres kronis adalah penyebab nyata yang membuat seseorang merasa "glow down".
Namun, penting untuk diingat bahwa hidup bukanlah kompetisi kecantikan atau produktivitas. Fase "glow down" bagi sebagian orang bisa menjadi periode refleksi atau masa transisi untuk kembali menata hidup dengan cara yang lebih sehat nantinya.
Fenomena "glow down" di TikTok merupakan cerminan dari dinamika kehidupan manusia yang tidak selalu berada di atas. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa menjadi manusia berarti memiliki pasang surut. Jika seseorang saat ini merasa sedang mengalami "glow down", hal itu tidak perlu disesali secara berlebihan. Selama kita tetap berusaha menjaga kesehatan mental dan fisik, proses untuk kembali "glow up" akan selalu terbuka di masa depan.
Pada akhirnya, video TikTok tersebut hanyalah potongan singkat dari realitas hidup. Fokuslah pada kebahagiaan dan kesehatan diri sendiri, bukan sekadar penilaian orang lain terhadap penampilan kita.