Dalam beberapa waktu terakhir, linimasa TikTok diramaikan oleh istilah "girlhood". Istilah ini muncul bukan sebagai tren kecantikan atau tantangan menari semata, melainkan sebagai sebuah gerakan emosional yang merayakan pengalaman kolektif menjadi seorang perempuan. Bagi banyak pengguna, girlhood bukan hanya soal usia, melainkan tentang cara memandang dunia dan merayakan kenangan masa kecil hingga transisi menuju kedewasaan.
Secara harfiah, girlhood berarti masa kanak-kanak perempuan. Namun, di media sosial, istilah ini telah mengalami pergeseran makna menjadi lebih luas. Girlhood merujuk pada sekumpulan pengalaman, perasaan, dan kebiasaan yang dianggap universal bagi perempuan. Ini mencakup nostalgia terhadap hal-hal yang pernah disukai, persahabatan antarperempuan yang sangat erat, serta apresiasi terhadap kesederhanaan hidup yang membuat seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri.
Viralnya istilah ini dipicu oleh video-video yang menampilkan montase kenangan, barang-barang ikonik masa kecil, atau interaksi hangat antara sesama perempuan yang menunjukkan dukungan tanpa syarat. Tren ini mengajak orang untuk "pulang" ke diri mereka yang dulu dan menerima versi diri mereka saat ini.
Tren girlhood menjadi sangat populer karena kemampuannya dalam menciptakan rasa keterhubungan (sense of belonging) di antara perempuan dari berbagai latar belakang dan usia.
Ada beberapa alasan mengapa konsep ini sangat beresonansi dengan audiens TikTok:
Memaknai girlhood di usia dewasa bukan berarti menolak untuk menjadi dewasa. Sebaliknya, ini adalah cara untuk membawa "inner child" atau jiwa masa kecil kita ke dalam kehidupan sehari-hari agar tetap memiliki rasa ingin tahu, empati, dan kegembiraan. Seseorang yang merayakan girlhood mungkin akan tetap mencintai hobi masa kecilnya, memberikan apresiasi pada keindahan estetika yang lembut, dan menjaga hubungan pertemanan yang jujur dan tulus.
TikTok berperan besar dalam membentuk narasi ini sebagai ruang aman. Pengguna saling berbagi cerita tentang "momen girlhood" mereka, yang membuat mereka merasa tidak sendirian dalam menjalani fase kehidupan tertentu. Ini adalah bentuk perawatan diri (self-care) kolektif yang dilakukan melalui ruang digital.
Pada akhirnya, girlhood adalah tentang merayakan diri sendiri. Istilah ini mengingatkan kita bahwa terlepas dari berapa usia kita saat ini, sisi yang lembut, penuh kasih, dan ceria dalam diri kita tetap layak untuk dirayakan. TikTok hanya menjadi wadah yang memperkuat pesan tersebut, memungkinkan setiap individu untuk merasa bangga atas perjalanan emosional yang telah mereka lalui hingga hari ini.
Tren ini mengajarkan kita bahwa menjadi perempuan bukan hanya soal memenuhi ekspektasi sosial, tetapi tentang merawat ingatan dan perasaan yang membentuk identitas kita, serta menemukan kebahagiaan dalam hal-hal yang paling sederhana.