Di era media sosial yang berkembang pesat, istilah-istilah baru sering muncul untuk mendeskripsikan subkultur atau gaya hidup tertentu. Salah satu istilah yang sempat viral dan mendominasi platform seperti TikTok dan Instagram adalah "VSCO Girl". Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah ini?
Istilah VSCO Girl berasal dari aplikasi pengeditan foto populer bernama VSCO. Aplikasi ini dikenal dengan filter estetiknya yang memberikan kesan vintage, lembut, dan artistik pada foto. Para pengguna yang sering membagikan foto-foto dengan gaya pengeditan khas aplikasi tersebut mulai dijuluki sebagai VSCO Girl.
Seorang VSCO Girl biasanya diidentifikasi melalui gaya busana dan barang-barang spesifik yang mereka gunakan. Gaya ini cenderung mengusung tema kasual, nyaman, namun tetap terlihat "estetik". Beberapa atribut yang sering dikaitkan dengan gaya hidup ini meliputi:
Lebih dari sekadar gaya berpakaian, fenomena VSCO Girl juga sering dikaitkan dengan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Banyak pengikut tren ini yang mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa botol minum sendiri dan menggunakan sedotan logam atau silikon.
Popularitas VSCO Girl sangat didorong oleh algoritma media sosial. Konten yang menampilkan estetika visual yang konsisten, keceriaan, dan gaya hidup "chill" dianggap sangat menarik bagi generasi muda. Video-video bertema "get ready with me" atau pameran perlengkapan sekolah seringkali menjadi konten utama yang memicu tren ini untuk menyebar luas ke seluruh dunia.
VSCO Girl adalah contoh bagaimana sebuah aplikasi pengeditan foto dapat bertransformasi menjadi identitas gaya hidup bagi sekelompok orang. Meskipun tren ini mungkin terus berubah dan bergeser seiring waktu, VSCO Girl telah meninggalkan jejak dalam budaya populer internet sebagai simbol kebebasan berekspresi, estetika visual, dan kesadaran akan gaya hidup santai yang dipadukan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Tren ini mengajarkan kita bahwa di dunia digital saat ini, identitas diri bisa dibentuk dan dikomunikasikan melalui pilihan visual dan produk yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.