Dalam era digital yang serba cepat ini, istilah-istilah baru sering muncul di media sosial untuk menggambarkan perilaku pengguna internet. Salah satu istilah yang belakangan populer adalah "chronically online". Namun, apa sebenarnya maksud dari istilah ini, dan mengapa hal tersebut dianggap sebagai fenomena yang menarik untuk dibahas?
Secara harfiah, "chronically online" merujuk pada seseorang yang menghabiskan hampir seluruh waktunya di dunia maya. Namun, istilah ini tidak sekadar menunjukkan durasi penggunaan gawai. Ia lebih merujuk pada kondisi di mana seseorang menjadi sangat terobsesi, terputus dari realitas fisik, dan terlalu terpaku pada tren, drama, atau dinamika yang hanya terjadi di platform media sosial seperti Twitter, TikTok, atau Reddit.
Seseorang yang "chronically online" sering kali menganggap bahwa apa yang terjadi di linimasa media sosial adalah representasi akurat dari dunia nyata secara keseluruhan, padahal seringkali pandangan tersebut sangat bias.
Ada beberapa indikator yang sering dikaitkan dengan seseorang yang dianggap sudah terlalu dalam terjebak dalam budaya internet:
Algoritma media sosial dirancang untuk menjaga penggunanya tetap berada di aplikasi selama mungkin. Paparan terus-menerus terhadap konten yang memicu emosi baik itu kemarahan, kegembiraan, atau kecemasan membuat pengguna merasa harus terus "terhubung". Selain itu, isolasi sosial di dunia nyata, terutama pascapandemi, membuat banyak orang mencari komunitas dan validasi di dunia maya.
Menjadi chronically online memiliki dampak yang tidak bisa disepelekan. Seseorang yang terjebak dalam siklus ini cenderung mengalami peningkatan kecemasan (anxiety), perasaan tidak mampu karena terus-menerus membandingkan diri dengan standar ideal di internet, serta kelelahan mental akibat paparan informasi yang berlebihan (information overload).
Dunia digital memang menawarkan akses informasi dan koneksi yang luas. Namun, penting bagi kita untuk tetap berpijak pada realitas fisik. Menghabiskan waktu dengan teman secara langsung, berkegiatan di luar rumah, dan membatasi waktu layar (screen time) adalah cara-cara efektif untuk menghindari jebakan "chronically online".
Kesimpulannya, menjadi aktif di internet bukanlah hal yang buruk, namun ketika dunia maya mulai mendominasi persepsi kita terhadap realitas dan memengaruhi kesejahteraan mental kita, maka sudah saatnya untuk mengambil langkah mundur dan kembali menikmati dunia nyata yang jauh lebih luas dan nyata.