Dalam dunia media sosial, kosakata bahasa gaul berkembang dengan sangat cepat. Salah satu kata yang belakangan ini sering muncul, terutama di platform seperti Twitter (X) dan TikTok, adalah "Feral". Namun, apa sebenarnya maksud dari kata tersebut jika digunakan dalam percakapan sehari-hari atau konteks daring?
Secara bahasa, "feral" berasal dari bahasa Inggris yang berarti "liar" atau merujuk pada hewan peliharaan yang kembali ke sifat aslinya di alam bebas (hewan liar). Namun, ketika kata ini diserap ke dalam bahasa gaul internet, maknanya mengalami pergeseran yang cukup menarik dan unik.
Ada beberapa situasi di mana istilah ini sering dilontarkan oleh netizen:
Kepopuleran kata "feral" terletak pada kemampuannya untuk merangkum perasaan yang sulit dijelaskan. Seringkali, kita merasa lelah untuk selalu tampil rapi dan terkontrol di media sosial. Menggunakan kata "feral" adalah cara netizen untuk merayakan sisi lain dari diri mereka yang tidak sempurna, tidak beraturan, dan apa adanya.
Ini adalah bentuk pelepasan dari tekanan untuk selalu tampak "estetik" atau "sempurna" di mata publik. Dengan menyebut diri sendiri sedang "feral", seseorang memberikan izin pada dirinya sendiri untuk menjadi berantakan sejenak tanpa merasa bersalah.
Singkatnya, "feral" dalam bahasa gaul bukanlah kata yang bermaksud menghina, melainkan istilah yang digunakan untuk menggambarkan energi yang tidak terkendali. Baik itu karena terlalu bersemangat akan sesuatu maupun karena sedang merasa sangat santai dan tidak peduli dengan penampilan.
Seperti bahasa gaul lainnya, penggunaan kata ini sangat bergantung pada konteks dan siapa yang diajak bicara. Menggunakannya di antara teman sebaya biasanya akan dimengerti sebagai ekspresi yang kasual dan jenaka.